say cheese

Bagi kalian para penikmat keju jajanan yang satu ini tidak boleh kalian lewati !

Berawal dari rasa penasaran saya akan salah satu booth di fky yang banyak sekali antriannya, akhirnya saya memutuskan untuk ikutan mengantri. karena biasanya yang rame itu kalo ngga murah, enak dan kekinian hahaha.

oke, akhirnya saya pun ikut mengantri. di sana terdapat beberapa macam menu yang kesemuanya serba keju hmmmm

IMG_0355

nah pilihan saya jatuh pada chicken mozarella, dengan harga 25k  saya mendapatkan 4 potong ayam yaitu sayap 2 dan paha 2 dan benar dugaan saya, rasanya sangat fantastis ! ayam yang kaya akan bumbu dipadukan dengan keju mozarella yang meleleh membuat rasanya benar benar sempurna.

Harganya memang cukup mahal, tapi saya rasa worth it dengan rasa yang didapatkan, ayam yang digunakan jga ngga kecil” amat jadi puas makannya.

 

 

 

sensasi pedas mie terbang

siapa sih yang ngga menunggu-nunggu hari minggu? Hari minggu berarti waktunya buat berjalan-jalan dan eksplorasi kota  yeaaay !

Siang itu.. saya, ibu, adek saya, dan adek sepupu berencana untuk makan siang di luar. hmmm setelah scrolling dan kepo akun instagram sana-sini dan cari-cari info kuliner unik, akhirnya kami memutuskan untuk menjajal “mie terbang” dari makan-minum. Saya pun segera mencari lokasi warung makan-minum. Ternyata lokasi warung makan-minum ini cukup jauh juga kalau dari rumah saya, yaitu berlokasi di jalan Taman Siswa. Tapi  untungnya saya tinggal di Jogja, jadi sejauh-jauhnya lokasi juga bisa ditempuh dalam waktu yang relatif singkat hehehe.

Nah ini nih penampakan makan-minum. Penampakan luarnya asyik banget !

IMG_0303

IMG_0302

IMG_0304.JPG

Begitu masuk ke dalam warung, interior warung dipenuhi dengan gambar-gambar dan illustrasi dan terkesan sangat muda dan trendy. Cocok banget buat yang suka selfie dan poto-poto cantik bareng temen. Karena waktu itu di lantai 1 lumayan ramai, saya dan keluarga langsung menuju ke lantai 2.

Nah begitu pelayan memberikan daftar menu, salah satu pilihan kami langsung jatuh pada menu spesial dari warung ini. Menu spesial ini cukup unik karena melibatkan sulap atau bahkan hal gaib ya ?  Nah menu tersebut adalah “Mie Terbang” . Menu Mie Terbang ini tersedia dalam berbagai rasa dan varian, kami pun memilih mie terbang ayam. Selain mie terbang saya memesan mie tenggelam ayam dan ibu memesan kwetiauw. hmmm untuk minumannya, standar aja sih sebenernya dan pilihan kami jatuh di es teh, es lemon tea dan es coklat.

Sembari menunggu ternyata adek, dan adek sepupu saya memanfaatkannya untuk berfoto dan selfie. wajar saja interiornya memang sangat menariik dan instagramable banget.  tak perlu menunggu lama pesanan kami pun datang. Saya cukup kaget melihat porsinya, porsi yang dihidangkan bisa dibilang cukup banyak. duuh padahal saya habis makan beberapa potong kue pukis.

naaah ini dia nih mie terbaang

IMG_0294

hiiii sereem yaa wkwkwk, yang lebih serem lagi adalah potongan cabenya :p, maklumlah saya walaupun suka makanan pedas tapi ngga begitu tahan hehhehe… naah sekarang pasti pada penasaran kan kenapa mie nya bisa terbang gtu ? daripada penasaran mending langsung aja deh habis baca postingan ini yang ada di jogja bisa langsung ke warung makan-minum.

lanjut ke menu berikutnya nih ada mie tenggelam ayam

IMG_0298

hmmm kalau menurut saya nih, rasa kuahnya mirip dengan makanan korea yang bernama teopokki isi dari mie ini adalah wortel, daun bawang, dan ayam. isiannya mie nya cukup banyak, ayamnya juga banyak bangets.

Rasa dari mie terbangnya enak dan pedesnya nendang abis, sedangkan untuk mie tenggelam ayam hmm rasanya agak kurang, seperti ngambang. kalau diibaratkan nih kayak kebanyakan kuah, jadi bumbunya kurang berasa. Sedangkan untuk kwetiauwnya dominan ke manis rasanya.

Nah setelah sedikit demi sedikit mie terbangnya dimakan, kami jadi tau nih trik dan rahasia supaya mie nya bisa terbang dan kami pun geleng geleng kepala dibuatnya hehehe. nah pasti sekrang pada penasaran kan kenapa bisa terbang ? yuk langsung cuss aja ke makan minum jogja

Makan-minum resto

alamat : Jl. Taman Siswa No.141, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55151

Jam buka : 11 AM – 10 PM

Harga makanan : mulai 10k

Liputan : Resto Joglo Ndeso. Restoran dan Kebun Hidroponik

Bagi anda yang berdomisili di Jogja dan sekitarnya jika anda belum memiliki agenda untuk weekend langsung aja yuk cuss ke Resto Joglo Ndeso. Resto Joglo Ndeso ini memiliki keunikan tersendiri, hal ini dikarenakan di restoran ini anda dapat melihat-lihat kebun hidroponik yang ada di bagian belakang restoran.

Langsung aja yuk klik tautan di bawah ini untuk melihat liputan di Resto Joglo Ndeso :

Resto Joglo Ndeso. Restoran dan Kebun Hidroponik

Wisata Sejarah dan Kulineran di Candi Sambisari dan Soto Bathok

Bagi anda yang berdomisili di Jogja, sudahkan anda mempunyai rencana untuk akhir pekan? Jika belum saya merekomendasikan anda ke Candi Sambisari. Selain sebagai sarana rekreasi, dengan berwisata ke Candi kita dapat mempelajari peninggalan dan kekayaan budaya nenek moyang kita. Setelah dari candi anda bisa makan siang di Soto Bathok Mbah Katro. Nah berikut ini merupakan liputan kami saat berwisata ke Candi Sambisari

link video :

Candi Sambisari dan Soto Bathok Mbah Katro

Telaga Ranjeng Riwayatmu Kini

Telaga Ranjeng Riwayatmu Kini

Siapa sih yang tidak menunggu-nunggu momen mudik lebaran? Terutama bagi mereka yang merantau dan mengadu nasib jauh dari orang tua. Saya pun termasuk yang menunggu-nunggu momen mudik lebaran. Karena banyak sekali kekayaan alam yang belum saya eksplorasi di kampung halaman ayah saya di Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah.

Momen mudik kali ini saya agendakan untuk mengunjungi Telaga Ranjeng yang berlokasi di desa Pandansari, kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah

Perjalanan kami awali dari Hotel Fisa yang berada di jalur lingkar luar Bumiayu. Kami berangkat pagi-pagi sekali sekitar jam 6 dengan harapan jalanan belum ramai. Benar dugaan kami, jalanan masih lengang saat itu, kami bisa mencapai jalan ke arah Telaga Ranjeng hanya sekitar 10 menit.

Jalan yang menuju Telaga Ranjeng hanyalah jalan kampung, walaupun cukup untuk lewat dua mobil kita tetap harus jalan dengan sangat hati-hati. Hal ini dikarenakan kondisi jalan yang naik turun dan banyak perkampungan di sisi kiri dan kanannya. Setelah melewati perkampungan dan jalanan mulai menanjak pemandangan pun berganti menjadi hutan dan jurang, membuat kami harus ekstra hati-hati dalam mengemudikan mobil.

jalanan menuju ranjeng

Sesaat kemudian kami telah memasuki daerah dataran tinggi, dari yang tadinya pepohonan di sisi kiri dan kanan jalan berganti menjadi sayur sayuran yang ditanam oleh penduduk sekitar. Namun sayang dibalik keindahan warna-warni hamparan luas sayuran ini teernyata dulunya adalah pepohonan. Ironisnya hampir sebagian besar hutan yang ada di kawasan ini telah berganti menjadi lahan petanian.

lahan pertanian

Akhirnya kami pun tiba di Telaga Ranjeng. Telaga ini dibangun pada tahun1924, berada di bawah kaki Gunung Slamet dan merupakan bagian dari kawasan cagar alam milik Perhutani Pekalongan Timur.

Hawa dingin dataran tinggi pun segera terasa di kulit. Maklum saat itu waktu masih menunjukkan jam setengag 7 pagi. Harapan saya datang pagi-pagi sekali ke Telaga Ranjeng ini adalah agar mendapatkan pencahayaan yang bagus untuk foto. Namun sayang, sang juru kunci telaga belum datang untuk membuka gerbang. Apa boleh buat, kami terpaksa menunggu sang juru kunci datang.

Sembari menunggu, kami pun memutuskan untuk berjalan-jalan sejenak di sekitar wilayah telaga Ranjeng. Mata kami pun tertuju pada hutan pinus yang berada di sekitar telaga. Sungguh suatu spot  yang menarik untuk ber-selfie dan mengambil foto sebagai kenangan. Dari sekitar hutan Pinus ini kita dapat melihat pemandangan di sekitar yang letaknya lebih rendah.

hutan pinus 1

hutan pinus 2

Setelah cukup lama hunting foto disana-sini akhirnya kami pun turun untuk cek apakah sang juru kunci telah datang. Saat itu waktu telah menunjukkan hampir jam setengah 8, dan matahari kala itu sudah cukup tinggi, cahaya sudah terlalu banyak untuk bisa mendapatkan hasil foto yang bagus.

papan nama

Setelah juru kunci telaga ranjeng membuka pintu gerbang, sontak seluruh pengunjung berbondong-bondong berlarian ke arah pinggiran telaga. Saya dan keluarga pun segera masuk juga ke telaga. Pemandangan dari pinggiran telaga ini sebenarnya cukup indah, namun karena posisi telaga yang menghadap langsung ke arah timur, membuat pengambilan foto agak susah. Akhirnya saya memutuskan untuk mengambil sekedarnya dan menikmati pemandangannya.

pendangkalan

ranjeng2

Saat saya melihat pengunjung yang lain, banyak diantara mereka membawa bungkusan roti. Rupanya setelah para pengunjung ini sampai di pinggir danau, nereka saling berebutan untuk dapat melemparkan roti ke danau. Begitu roti ini menyentuh permukaan danau, dari dalam danau tiba-tiba muncul puluhan ekor ikan lele yang saling berebutan makan roti yang dilemparkan oleh para pengunjung ini ke danau. Karena tertarik saya pun menanyakan apa maksud dari memberi makan ikan Lele di Telaga ini.

Rupanya salah seorang pengunjung menuturkan bahwa jika mereka memberi makan lele ini mereka akan mendapatkan keberkahan. Tradisi ini pun sudah berlangsung sejak lama sekali. Lele yang ada di telaga ini memang sudah ada sejak lama sekali. Tidak ada yang tahu datang dari mana ratusan ikan lele yang ada disni. Warga sekitar pun tidak ada yang berani memancing ataupun menangkap ikan lele ini. Mereka percaya bahwa menangkap lele disini akan menimbulkan kesialan.

Cukup menarik melihat ikan lele ini saling berebutan untuk makan roti yang dilemparkan oleh para pengunjung. Namun tiba-tiba saya melihat beberapa bungkus roti berceceran di bawah. Ternyata begitu isi roti di plastik habis mereka langsung membuang plastik nya di situ juga. Ibu saya yang melihat ini langsung menegur dan memarahi para pengunjung. Tidak hanya itu saja ibu saya dan adik saya pun akhirnya memunguti sampah yang jatuh di tanah. Syukurlah beberapa pengunjung ini akhirnya tergerak juga untuk memunguti sampah yang mereka buang sebelumnya.

sampah

sampah dan sisa roti yang berceceran membuat telaga menjadi terkesan kotor dan kumuh

Pengunjung Telaga Ranjeng seolah tidak peduli lagi akan sampah yang mereka buang secara sembarangan.

Juru kunci telaga ranjeng pun mengeluhkan tentang kebiasaan ini, meskipun dia telah menyediakan tempat sampah namun para pengunjung terus saja membuang sampah sembarangan. Kebiasaan orang Indonesia yang satu ini sungguh sangat disayangkan dan sangat memprihatinkan. Tidak hanya di area telaga saja yang banyak sampah berceceran. Bahkan di areal parkir dan di luar dari area telaga juga banyak saya temui sampah-sampah yang berceceran.

Pada area parkir telaga terdapat banyak pedagang makanan yang menjual berbagai macam makanan, termasuk roti yang digunakan sebagai umpan untuk ikan lele yang ada di Telaga Ranjeng. Beberapa pedagang mengaku sudah lama berjualan disini, dan mereka pun sebenarnya sadar akan perilaku para pengunjung yang tidak menjaga kebersihan.

Hari telah semakin siang, dan sudah tiba saatnya pulang karena hari itu ada acara syawalan yang akan dilaksanakan di rumah saudara saya.

Saat perjalanan pulang saya memperhatikan pemandangan yang ada di sekitar telaga ranjeng. Sangat ironis sekali ketika mengetahui bahwa lahan-lahan pertanian ini dulunya adalah hutan pinus. Masyarakat sepertinya tidak mengetahui dengan adanya alih fungsi lahan secara besar-besaran hal ini akan menganggu kelangsungan dan habitat yang ada di sana dan merusak lingkungan.

hutan pinus 3

Hutan pinus yang akan segera menjadi lahan pertanian

Lahan pertanian yang berada sangat dekat dengan kawasan Telaga ini dapat mencemari kondisi air yang ada di Telaga Ranjeng. Penggunaan pupuk dan bahan kimia yang berlebihan dapat mencemari air dan mengancam keberlangsungan ekosistem yang ada di telaga. Pendangkalan di Telaga Ranjeng pun sudah mulai terjadi.

Jika alih fungsi lahan ini terus dibiarkan, akan sangat berbahaya bagi ke depannya. Bencana seperti tanah longsor pun dapat terjadi jika hujan deras terjadi di wilayah tersebut. Selain itu aliran air dapat menyebabkan banjir di daerah ataupun pemukiman penduduk yang lebih rendah.

Harapan saya kedepannya dinas-dinas terkait dapat lebih memperhatikan kondisi lingkungan di wilayahnya. Juga memberikan sosialisasi kepada masyarakar untuk tidak membuka lahan secara besar-besaran. Apa yang akan kita wariskan kepada anak cucu kita kelak jika semuanya telah kita habiskan dan kita ambil saat ini ? yah, saya hanya berharap semoga masih ada yang trsisa untuk anak cucu kita kelak.

 

 

Menyibak Kabut Hutan Pinus Kragilan

Menyibak Kabut Hutan Pinus Kragilan

_MG_0033

Betapa beruntungnya kami saat itu, kabut yang tebal membuat pemandangan menjadi semakin menakjubkan.

Beberapa minggu yang lalu saat ibu saya sedang browsing facebook beliau melihat foto-foto para pengunjung yang sedang berada di sebuah hutan pinus. Tadinya kami pikir itu adalah hutan pinus yang ada di Imogiri, Yogyakarta, namun setelah dilihat-lihat kok ada yang berbeda. Setelah browsing lagi kesana-kemari akhirnya kami pun menemukan jawabannya. Hutan pinus tersebut berada di Kragilan Magelang. Langsung deh kita agendakan untuk berangkat ke sana.

Hari itu kami sekeluarga berangkat full team. Saya, adik, ibu, eyang putri, tante dan 2 saudara sepupu saya. Kami berangkat dari rumah (jl. kaliurang, sleman) sekitar pukul 9 langsung melalui jalan Magelang yang ke arah Ketep. Setelah beberapa lama, dan jalan sudah mulai menanjak, tidak disangka ternyata saat itu kabut tebal telah menyelimuti jalanan. Kami pun mematikan AC dan membuka jendela mobil lebar-lebar agar udara segar dapat masuk ke dalam kabin mobil.

Kamipun menghirup dalam-dalam udara sejuk pegunungan dalam-dalam, memasukkan udara segar ke dalam paru-paru kami. Sungguh suatu nikmat yang tak terkira. Saat telah mencapai dataran tinggi, pemandangan yang tadinya pepohonan-hutan dan jurang telah, berganti menjadi lahan-lahan pertanian yang subur. Kanan kiri kami berganti menjadi Kubis, Strawberry dan sayuran-sayuran lainnya. Para petani pun sedang asyik menggarap lahan sawahnya. Bahkan ada yang sedang memanen Kubis yang menurut saya terbilang cukup besar ukurannya wah !

Tak terasa perjalanan kami pun sampai di gerbang “Kragilan top selfie“. Jalannya cukup kecil dan hanya muat untuk satu mobil saja. Tapi tenang saja, ada cukup tempat untuk parkir mobil kok. Walaupun saya rekomendasikan nih ya buat yang muda-muda boncengan naik motor aja deh kalo kesini,  sekalian menikmati hawa segarnya sepanjang perjalanan dan sensasi dingin udaranya hhe…

_MG_0029

Kabut tebal masih menyelimuti wilayah hutan pinus

Hawa dingin menyambut kami begitu kami turun dari mobil. Kami pun takjub dengan tebalnya kabut yang menyelimuti hutan. Karena ternyata setelah saya tanyakan apakah disana memang selalu berkabut ternyata tidak selalu.

jarang-jarang mas berkabut gini, biasanya cerah..

Hmmm yaah bisa dianggap kami beruntug datang ke sini saat berkabut. Tapi mau pergi jauh – jauh jadi takut kesasar hehe… pencahayaan untuk pengambilan foto pun tidak optimal. Jadi ya saya lebih banyak menikmati pemandangannya saja.

_MG_0009

Obyek wisata ini dikembangkan oleh warga Kragilan. Mereka menilai bahwa desa mereka memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sebuah obyek wisata. Obyek ini pun di kelola dan dijaga oleh para pemuda-pemudi desa Kragilan.

_MG_0003

jalan setapak yang sengaja dipersiapkan agar wisatawan dapat menjelajahi hutan

Fasilitas di hutan pinus ini terbilang sudah cukup lengkap, dan memang sudah sangat dipersiapkan untuk sebuah  obyek wisata. Terdapat jalan setapak yang disediakan agar pengunjung dapat lebih dalam lagi menjelajahi hutan pinus. Pada beberapa lokasi juga disediakan bangku-bangku dari bambu.

_MG_0039

bangku bambu yang disediakan oleh pengelola

Disini juga terdapat warung-warung yang menyediakan beragam makanan dan minuman seperti mie instan dan kopi yang sangat cocok dimakan saat udara dingin. Warung-warung yang ada ini dikelola oleh warga, sehingga rapi dan tertata. Ada juga wahana flying fox yang bisa dibilang cukup sederhana sih hehe, karena flying fox ini lintasannya sangat dekat dan tinggi nya juga hanya beberapa meter dari permukaan tanah. Tapi yang spesial saat itu adalah kami fling fox menembus kabut ! udah kayak di film-film aja

_MG_0020

IMG_20160627_114758

Harga tiket masuk ke Kragilan ini sangat-sangatlah murah, yaitu 2000 rupiah untuk motor dan 5000 rupiah untuk mobil, murah dan terjangkau untuk semua elemen masyarakat.

Cuma saya jadi agak khawatir dengan ABG-ABG alay yang terkadang justru merusak keindahan obyek wisata. Karena belakangan ini banyak sekali obyek wisata yang jadi rusak oleh tangan-tangan jail yang mengunjungi tempat tersebut.

Semoga para pengelola pinusKragilan ini dapat menindak dengan tegas jika ada yang melakukan perbuatan merusak lingkungan. Pengelolaan sumber daya yang dialakukan ini menurut saya merupakan sebuah langkah positif dan harus didukung oleh berbagai elemen. Pemuda-pemuda yang mengelola juga jadi memiliki pekerjaan. Sedangkan dengan menjadi obyek wisata saya berharap hutan ini terus dapat dilestarikan agar anak cucu kita kelak dapat menikmatinya juga.